Saturday, October 23, 2010

Listrik Dari Kulit Pisang Ambon


Jika Sobat punya batu baterai yang udah mati jangan dibuang dulu, masih bisa diisi ulang! Masak sih? Modalnya hanya pake kulit pisang ambon… Lalu caranya? Caranya gampang sekali :


  1. Baterai yang udah mati tadi lepas bagian pembungkus yang bermerk

  2. Lepas penutup atasnya dan buang bubuk arang yang ada di dalamnya, tapi biarkan arang karbon yang ada di tengah.

  3. Iris kecil-kecil kulit pisang ambon dan masukkan ke dalam selongsong baterai tadi

  4. Sekarang tutup kembali baterainya
Coba dengan bola lampu/multi tester, akhirnya baterainya nyala lagi.

Cukup mudah bukan, selamat mencoba....:)


Sumber : alternatif-energi.blogspot.com


Energi alternatif merupakan sumber energi yang dihasilkan dari bahan-bahan yang belum pernah dimanfaatkan secara luas. Saat ini, penelitian mengenai energi alternatif lebih dititik beratkan kepada energi alternatif yang menggunakan bahan-bahan alami dan bersumber dari alam. Untuk lebih jelasnya Nizar Giyan Budiyanto dari SMP Negeri 1 Baturaden, Jawa Tengah pemenang Indonesian Science Project 2009 menyampaikan dalam program radio Kementerian Negara Riset dan Teknologi, IPTEK VOICE yang disiarkan oleh Bahana 101.8 FM, Selasa 13 Oktober 2009 pada pukul 08.00-08.45.

Nizar menjelaskan kandungan mineral dan kontur kulit pisang yang bermacam-macam jenisnya sehingga reaksi ionisasi tidak stabil. Namun demikian kencederungan voltase rata-rata tetap sama, sehingga dapat disimpulkan bahwa kulit pisang memiliki mineral elektrolit yang dapat menghantarkan listrik sehingga terjadi beda potensial (voltase). Manfaat penelitian ini adalah untuk memberi informasi tentang performa (voltase dan ketahanan) baterai kering yang menggunakan bahan baku dari kulit pisang dan memberi informasi mengenai pengaruh jenis kulit pisang terhadap performa baterai. Kulit pisang yang bisa digunakan kulit pisang ambon, kulit pisang susu dan kulit pisang raja, yang lebih stabil kulit pisang ambon, sedangkan pisang susu yang memiliki ketahanan tertinggi. Namun karena selisih ketahanan diantara pisang susu dan jenis pisang lain kurang dari 24 jam, maka bisa dikatakan bahwa ketahanan di antara ketiga jenis pisang tidak memberikan perbedaan yang signifikan.

Nizar juga menjelaskan pisang juga mengandung magnesium dan seng. Magnesium (Mg) dapat bereaksi dengan diklorida dan menjadi elektrolit kuat, jumlah Magnesium hanyalah 15 % dari jumlah pisang keseluruhan. Pisang juga mengandung Seng (Zn) yang merupakan elektroda positif, jumlah kandungan seng dalam pisang hanya mencapai 2 %. Sehingga mineral yang paling berperan dalam menghantarkan listrik adalah potassium atau kalium, yang bereaksi dengan garam sodium. Dimungkinkan garam magnesium dan seng juga turut berperan dalam menghantarkan dan menyimpan arus listrik searah.

Pada baterai kering biasa, arus listrik timbul akibat tegangan seng (Zn) lebih besar dari tegangan batang karbon (C) sehingga arus akan mengalir dari karbon ke seng melalui penghantar luar. Seng bertindak sebagai kutub positif dan karbon bertindak sebagai kutub negatif. Kontruksi baterai kering kulit pisang sama dengan baterai biasa. Perbedaannya adalah pada elektrolitnya. Kulit pisang mengandung beberapa mineral yang dapat berfungsi sebagai elektrolit. Nizar berharap masih diperlukan studi lebih mendalam mengenai energi alternatif dari kulit pisang dan perlu diadakan penelitian lebih lanjut mengenai baterai kering dengan elektrolit kulit pisang terutama secara kandungan kimiawi. ( Sumber : http://www.ristek.go.id/?module=News%20News&id=4513 )


Semoga bermanfaat.

7 comments:

Anonymous said...

terus perbedaan ketahanan nyala lampu antara lampu dari baterai kulit pisang dengan lampu dari baterai biasa bagaimana???
seberapa lama ketahanan nyala lampu dari baterai kulit pisang?????

Irfan Ludvi Astanto said...

@ Anonim : Terus terang saya pribadi "belum" sempat nyoba.
Artikel ini hasil blogwalking,...
Mungkin ada Sobat yang pernah nyoba, bisa di share disini. Terimakasih telah mengunjungi blog sederhana ini.

Adi Chimenk said...

tahun 2007 gw menjadikan ini sebgai tugas akir mata kuliah, dan sukses sebagai tugas akhir dengan nilai tertinggi.

marieyatiety said...

kenaikan kls ini saya akan menjadikan ini swebagai karya ilmiah

Anonymous said...

daya ny kurang besar

Anonymous said...

aku angkat jadi tugas karya ilmiah ya..

nitalia nurdaningsih said...

terima kasih infonya.. sangat bermanfaat.. :)

Post a Comment

Mohon tinggalkan jejak Sobat, dengan memberikan komentar. Trimakasih.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Cheap Web Hosting